Wednesday, August 11, 2010

BakSos 71

Bulan Puasa datang kembalii... dan seperti tahun-tahun sebelumnya, I'm busy now with our anually event "Baksos 71 2010" .. Kali ini, aku bertugas sebagai penagih uang a.ka Bendahara dan penyebar info a.k.a Humas & Publikasi..

My life is kinda hectic at this moment, yeah but I love it, being busy make me keep sane & useful. Aku harap semoga acaranya berjalan lancar, tanpa halangan berarti dan partisipator banyaak serta variatif, ga cuma itu-itu aja...

Ayo semangat tim panitiaaa :))



Design by : Arsyan Syafarman,
Art Director of Dwi Sapta, Advertising*
(Biar makin beken lu, saaan ;p)

Just Like a Star

I've mentioned in my previous post, sekilas tentang Dahlia Isnaini dan kepergiannya ke Belanda.
I wanna leave something sweet to her, yang bisa diingat dan dikenang sepanjang masa. I could gave her legging with some several colour choices which she asked for her farewell present, but it's just not sooo me. Sory Dain, your wish isn't my command this time :)

So I made a project to her.
Awalnya aku mau buat collage card, yang di dalamnya dipenuhi dengan foto-foto kami dari mulai jaman kuliah dulu sampe sekarang. Karena itu, ukuran kertasnya aku bikin setengah A4. But later on I thot it would be great if I framed it, because she can display it in her room in Netherland, besides this would my very 1st project using frame, so why not I made it for the very special one. *ting ting*

Project ini ngasih aku pelajaran yang berharga banget. Simple sih, tapi ga kepikiran sebelumnya. Catet ya Dhiesta, next time, tentuin dulu mau pake frame yang ukuran berapa, baru deh setelah itu background kertasnya. Bukan sebaliknya -___-.

I bought the frame in the very last minute, because the shop is near by Dain's house in Depok, jadi aku pikir sekalian lewat. We were very late, almost 2 hours than the appointment.
Meskipun ada sedikit mislukt sana sini about this project, tapi aku cukup puas dengan hasilnya..

"I learn in every process, that makes me better"


*Reach your Star, Dahlia the Flower*



*Copy buat dain yang ga pernah menyerah*



*From Us to You*



*Orange Flanel Stars*



*All the best goes to you*



*Sang creator mejeng, sambil muka bengep krn ngantuk*



*Terpaksa harus digunting sekitar 2 cm headernya* :((



*After Framed, 30x30 cm*





Dahlia the Flower

"Dahlia termasuk bunga yang terlambat dikembang-biakkan. Pada tahun 1872, negeri Belanda menerima sekotak umbi Dahlia yang dikirim dari Meksiko." Wikipedia.com

Berikut sekilas tentang asal usul bunga Dahlia.
Dahlia, memang ditakdirkan dengan negeri Belanda.
Pengalaman pertama pergi ke luar negerinya adalah ke Belanda, karena dia mendapat beasiswa penuh mengikuti summer course selama sebulan di sana.
Pacarnya yang tentu saja bukan yang pertama tetapi mungkin akan jadi yang terakhir adalah orang Belanda, si Meneer Dennis Krissels.
Pekerjaan office hour pertamanya adalah sebagai editor Bahasa Belanda.
Semuanya berhubungan dengan Belanda, ga salah kalo aku menyebut "Dahlia and Belanda are meant to each other"


Hubungannya dengan negeri Belanda tidak berhenti sampai di situ.
Saat kebanyakan anak jurusan Belanda angkt. 2004 lainnya, sudah menyerah menggantungkan nasibnya pada jurusan yang langka ini (baca : Susah cari kerja yg related :), dia tetap keukuh berjuang demi masa depan cerah dengan Belanda tetap sebagai kiblatnya. Selama setahun dia mempersiapkan segalanya demi mendapat beasiswa S2 dari Nuffic. Mulai dari menyiapkan kelengkapan dokumen dan menterjemahkannya ke dalam Bahasa Belanda sampai nguber-nguber dosen minta referensi kelakuan baik dari mereka.

Usahanya membuahkan hasil, namanya ada di pengumuman penerima beasiswa Nufafic 2010. Puji Tuhan, aku turut senang sekali, because she really is deserve it ! Aku bangga padanya dan juga ga percaya, terlebih karena dia selalu menyembunyikan setiap usaha yang dilakukannya untuk mendapatkan beasiswa itu. Aku yakin, salah satunya pasti berupa keluhan atau perasaan bangga diri karena mendapat sedikit harapan. But instead of showed it to the whole world, dia hanya menyimpannya untuk dirinya sendiri. Dan dia berhasil. Makanya aku dan beberapa teman lainnya bagai terperanjat saat mendapat kabar membanggakan dari-nya itu. Tetapi saat dia sudah mendapatkannya pun, dia tetap diam, dan berusaha membendung kegembiraannya karena tidak mau show off dan mengerti perasaan teman-temannya yang lain, yang ingin sekali mendapat kesempatan yang sama. Oooh, sweet...

Aku kasih kamu seribu applause, Dahlia Isnaini, sejuta ciuman dan milyaran pelukan dari ku.. yang sangat amat bangga padamu.

So, she'll leaving this August dengan berbagai macam perasaan campur aduknya. Satu yang aku ingat tentang urusan kepergiannya ini, dia bilang "Gue pergi ga cuma 3 minggu dis", aku mendengar nada getir dari nya.. huks, kok seketika gue sedih yaaa. Dari banyaknya rasa gembira yang akan dialaminya, dia juga menyimpan kekhawatiran. Sedih karena tidak akan melewatkan banyak hal dalam hidupnya bersama teman dan keluarga yang amat dicintainya dan kemungkinan bahwa ia akan menetap di sana, mungkin untuk selamanya.

--> aku :'(

Aah tapi aku tau, someday kami akan berkumpul lagi.. Remember our wish in my student room together with Anda too? We promised to each other that we'll gather again someday, not in a room in Indonesia, but in one of our place in Netherland. We also held each other arms, means that each of us were agred. Yes, I still have that faith. Sekarang tugas kamu adalah menjadi orang sukses di sana, jangan pulang sebelum berhasil dan siapkan tempat untuk kami di Belanda sana.

Kami akan selamanya menjadi teman terbaikmu Dain.


Koninginne dag, April 2006


Waktu jadi juragan Ospek, 2007


@ Airport, Nganter Dain zomer course ke Belanda, 2007



@ Kaliurang, with Genk Jogja 2008


Final Belanda vs Spanyol, Juni 2010


Farewell Dain, Agustus 2010


Thursday, August 5, 2010

Steal, Lie or Cheat

To : My future husband

May u never steal, lie or cheat
If u must steal, then steal away my sorrows,
If u must lie, lie with me all the nights of my life,
And if u must cheat, then please cheat death,
Because I couldn't live a day without you.

From the Movie "Leap Year"

-------------------------

Ps: I posted this using BB for the vewy 1st time.
I wonder how good it works.
Let's give BB a try :))

Sunday, August 1, 2010

Post Scriptum

Untuk Kekasihku,



Zie je ik hou van je

ZIE je ik hou van je,
ik vin je zo lief en zo licht --
je ogen zijn zo vol licht,
ik hou van je, ik hou van je.

En je neus en je mond en je haar
en je ogen en je hals waar
je kraagje zit en je oor
met je haar er voor.

Zie je ik wou graag zijn
jou, maar het kan niet zijn,
het licht is om je, je bent
nu toch wat je eenmaal bent.

O ja, ik hou van je,
ik hou zo vrees'lijk van je,
ik wou het helemaal zeggen --
Maar ik kan het toch niet zeggen.

-Herman Gorter (1890)-


Friday, July 30, 2010

Bukan Penulis Sontoloyo

Aku baru aja selesai baca beberapa tulisan teman-teman di blog mereka, hhiii.. seketika aku merasa jiper dan iri.. kenapa? karena aku ga sepandai mereka dalam menuangkan perasaan dan pikiran di otak ke dalam kata-kata. Sepertinya gampang sekali buat mereka untuk membuat dunia mengerti apa yang merasa rasakan dan pikirkan saat itu. Beda banget sama aku. Aku merasa ga bisa menuangkan itu semua ke.dalam.bentuk... tulisan.

Aku ambil contoh, Meida, teman kampusku yang terkenal galaknya ngelebihin nenek lampir ini *peace Meidung :p* bilang kalo inspirasinya dalam menulis terbentuk saat ia sedang merasa gundah gulana dan sedih. Kadang Ia malah mengingat-ingat kesedihan di masa lalu-nya hanya untuk terinspirasi. Hal itu terbukti, saat baca tulisannya, sepertinya aku benar-benar merasakan kepedihan yang dirasakan oleh Meida, sampai-sampai setelah baca beberapa tulisannya, aku menangis, ikut larut dalam kepedihannya.. hikss.. Meida begitu handal, seakan-akan setelah dia menulis, otaknya kosong dan beban dalam dirinya lenyap karena semuanya sudah dikeluarkan ke dalam tulisan, ditambah pemilihan kata-katanya juga bagus & bervariasi. Semakin sempurnalah tulisannya. Lalu aku berfikir, gila ya sebuah tulisan bisa mempengaruhi aku sampai segitunya dan ini kudapatkan dari temanku sendiri.Pengalaman ini sudah lamaaaa sekaliiii gak aku rasain. Terakhir kali waktu SD, baca Chicken Soup for the Soul *kecil2 dah berat yak bacaannya, heheh*



Kalo bisa mengikuti cara Meida.. kayanya aku ga perlu susah-susah mengingat kejadian sedih di masa lalu, my present time isn't that happy. Tapi aku merasa kemampuanku terbatas di situ. Banyak sekali pikiran-pikiran di kepala, tapi ga ada satu pun yang bisa keluar ke dalam tulisan. Aku selalu ingin mendokumentasikan sosok mama di saat-saat terakhirnya, betapa ia berjuang dengan gigih melawan kanker ganas di tubuhnya tetapi ga sedikitpun ia pernah menyerah. Aku juga ingin mengeluarkan unek-unek tentang perjalanan cintaku dengan Divi yang terseok-seok. Betapa aku sedih karena kami begitu nyaman dan mencintai satu sama lain, tapi harus terhalang karena faktor di luar kami sendiri ! Perbedaan. Damn ! Aku benci kata itu ! Kalo udah menyangkut kasus ini, bukan cuma sedih yang aku rasain, tapi juga marah dan kecewa ! Aaah, seandainya aku pandai memainkan jari jemariku, pasti akan lega sekali rasanya hati ini.

Aku ingiiiin, sangat, sudah mencoba, tapi tetap ga bisa. hhhh :(

Kamu tau Meida, tulisan-tulisan kamu, benar-benar mempengaruhi aku, sampai malam tiba dan akhirnya ga bisa terbendung lagi, akhirnya aku share ke Divi. Aku bilang kalo aku ingiiiin sekali bisa menuangkan perasaan dan pikiranku ke dalam tulisan yang bisa dimengerti oleh dunia. Aku juga bilang ke dia, kalo mungkin aku ga punya bakat menulis sama sekali. Tau Divi bilang apa? Dia bilang, dia suka dengan tulisan-tulisanku, katanya dia pernah baca tulisan yang kubuat untuk murid Korea-ku, Bek Sem, dan dia sampai terenyuh katanya. Aaah, melegakan sekali yaa, entah dia berkata benar atau enggak, tapi aku sedikit senang. Lalu dia bilang, kamu punya kemampuan menulis, tapi jalan kamu mungkin ga di situ, passion & bakatku juga begitu katanya, ada di tempat lain.

Benar juga pikirku, effortku di bidang ini sangatlah minim, tidak seperti Meida, dia bisa sampai seperti ini, karena sudah melalui serangkaian proses, while I'm not. Aku ga pernah berdebat soal karya tulis dengan sastrawan handal, aku juga jaraaaang banget baca buku atau tulisan-tulisan masyur buat aku pelajari, atau terus-terusan mengasah kemampuan menulisku, dengan menulis dan menulis lagi dan lagi. Nope, none of them.

Lalu dengan simple aku membandingkan aku saat sedang menulis dengan aku saat sedang scrapbooking. Gosh, seketika itu aku tercerahkan. Aku bisa begitu antusiasnya saat berdiri di jejeran rak kaca penuh dengan manik-manik, gunting, lem, kancing-kancing dan pita-pita, aku juga bisa berjam-jam duduk menul (bener-bener ga pindah tempat sama sekali, istilah jawa.red :p) berkutat dengan kartu & scrapbook things serta memandangi hasilnya berulang-ulang kali saat sudah selesai. Yang lebih bikin aku yakin nih, aku selalu mengandaikan hasil kreasi yang aku buat itu adalah anakku, sampai-sampai jika itu kubuat untuk orang lain, agak berat rasanya buat ngelepasinnya. *ini terlalu berlebihan, tapi benar begitu yang aku rasain*. Solusinya adalah, aku foto-in hasil karyaku itu, sampai berjuta-juta kali, sampai aku merasa tidak ada angle yang terlewat dari buah hatiku itu, dengan harapan suatu saat kalo kangen, bisa ditilik lagi.. halah *sadis aah*.



Cerita aku ini, mirip dengan tulisan Iboy di blognya, maybe u guys wanna see it, iboylogy.blogspot.com, nice one looh :). Tulisan kami itu punya kesamaan topik besar, which is "Have ur own path", cukup jelas yaa?! Tapi itu ga akan cukup jelas dan muncul kalo kami ga terinspirasi dari tulisan-tulisannya Perempuan Bulan Mei. Kalo bukan karena tulisannya, mungkin kami akan terus menjadi yang bukan kami, terpenjara dalam passion, bakat maupun uniqueness which are absolutely not us.. Uuuh, am so proud of you dung, thanks for being who you are, cos we got inspired.

Efeknya buat aku sekarang, aku menulis tanpa beban, dengan gaya seorang dista, yang ga bisa benar-benar menuangkan perasaannya yang terdalam ke tulisan, pemilihan kata yang ga bervariatif, dan gaya bahasa yang itu-itu aja. No problemo, cos my heart belongs to scrapbook. Di wadah itu, aku diam, aku fokus, aku lupa masalahku, aku kembali senang, dan seterusnya begitu, karena aku punya penyaluranku :)

So this is me, dhiesta the scrapbooker, kedengerannya lebih enak yah, dibanding Dista si penulis sontoloyo. hehehe..



*Cheers*

Thursday, July 29, 2010

Iboy's Malaikat Ribet

One day in June, Iboy had a problem related with her journey plan. I guess, it's not a really big one, but since it related to others, especialy because it's her best friend, she got a lil bit frustated (ekh, aku berlebihan gak yah deskripsiin kamu saat itu boyke? :p). From here, I just knew that Iboy doesn't like to disapointed others. She wants to pleased everyone, eventhough she has to sacrifice her own happiness. Really nice of her, isn't she?

At that moment, all I know was, she was in doubt, dilemma and I was pretty sure she needed someone to share her problem with. So there was me. I chatted with her in YM, gave some "sotoy" advices and encouragement words, it even didn't last long. I bet I just did a SIMPLE thing which I believe every people will do the same to their own friends. But I was wrong, it left a great impression to her. I knew it when I saw an article titled "Malaikat Ribet" in her blog. She didn't even tell me that she wrote it, I found it when I googled my own name "Dhiesta Natalia" (well, yeah, I sometimes do this to know how far I've achieved something :).


Aku terenyuk. "Perbuatan yang kamu anggap kecil dan tidak bernilai, dapat berimbas besar bagi sesamamu" ... aaah Iboy, I learnt from this, hopefully I could help people more often and thanks for reminding me.



Rizky Amelia a.k.a Iboy




~ Malaikat Ribet ~


Dia malaikat ribet yang diturunkan ke bumi untuk mewarnai dunia kami.

Dia bukan Isrofil, Rokhib ataupun Jibril. Dan dia bukan lelaki seperti malaikat pada umumnya. Malaikat yang satu ini sangat special. Jenis kelaminnya perempuan, wajahnya cantik oriental, pipinya gambil dan tubuhnya sekal. Nama malaikat ini Dhiesta Natalia.

Hehe.. iya sih dia bukan malaikat yang sesungguhnya seperti Jibril dan Isrofil. Tetapi pribadi membuat gw menjadikan Dhiesta sebagai malaikat (Lebaaay ya bok! Biar ah). Dhiesta orangnya penyayang sama semua orang, apalagi sama teman-teman dekatnya. Penolong yang nggak pandang bulu. Initnya dia selalu memperlakukan manusia sebagaimana mestinya. Bahkan adakalanya dia bersikap super duper baik sama seseorang.

Awalnya gw menganggap Dhiesta sama aja kayak anak-anak lainnya. Malahan sempat kepikiran, gara-gara dia dari etnis paguyuban (baca China) mungkin dia rasis. Cuma mau bermain dengan orang-orang dari Paguyubannya. Tapi gw salah. Dhiesta tidak seperti itu. Dia temenan dengan semua orang dari segala etnis, agama dan negara. Dan Dhiesta memperlakukan mereka semua sama.

Dibilang deket sama Dhiesta, enggak juga sih. Mungkin Anda, Dain, Anggie, Boby lebih deket sama Dhiseta karena pernah punya ikatan emosional karena pernah mengalami suatu hal yang seru dan nggak gampang untuk dilupakan. Walaupun sering main bareng sama Dhiesta, tapi sepertinya gw hanya kenal dia di permukaannya saja. Secara mendalam, jujur gw belum terlalu kenal Dhiesta.

Gw kenal Dhiesta waktu sama-sama duduk di bangku kuliah. Waktu itu kami sekelas dan sering banget terlibat kegiatan kampus bersama. Kesan yang timbul dari semua kegiatan kampus yang dijalani bersama Dhiesta adalah: RIBET!

Serius, cewe satu ini ribeeeetnya minta ampun dalam berbagai hal. Saking ribetnya teman-teman kampus sampai menjuluki dia sebagai Miss Ribet atau Misri. Mungkin agak kasar kata Ribet itu. Sebenarnya Dhiesta adalah orang yang kreatif dan peduli sama hal-hal yang detil. Makanya orang-orang dan gw mengganggap dia ribet.

Gw inget, setiap ada acara dekor mendekor, maka si Dhiesta bakal menjadi PJ-nya. Dan dengan jari jemarinya yang telaten, seperti disulap, simsalabim, jadilah sebuah dekorasi yang artistik. Main ke kamarnya pun, gw bakal dengan mudahnya menemukan scrapbook atau kolase di dinding kamarnya. Di atas meja belajarnya, dalam sebuah kotak plastik ada seperangkat alat kreatif seperti gunting, lem, manik-manik, paper punch, spidol warna-warni, krayon, kertas origami, dll.

See, karena orangnya kreatif dan detil, maka nggak salah kalo Dhiesta sukses di dunia advertising. Yeap, setelah lulus dari bangku kuliah, Dhiesta langsung masuk dunia periklanan dan karirnya melesat bak roket. Tak lain tak bukan itu karena kreativitas yang dia punya.
Nah, Sabtu malam itu gw baru menyadari betapa luar biasanya wanita ini. Orang yang penuh kasih sayang dan kepedulian. Dhiesta secara netral dan bijaksana menanggapi pembatalan gw ke Bali. Sumpah, kata-katanya benar-benar membesarkan hati gw. Dia melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang netral. Tidak menyalahkan gw, pun tidak membela Anda. Dhiesta berdiri sebagai orang yang melihat permasalahan ini dari sudut pandang netral. Ga memihak gw maupun Anda.

Setelah dibuat merasa baik dengan kata-kata bijaknya, ingatan gw mundur ke masa dimana Dhiesta telah berbuat baik kepada gw dan orang lainnya. Yang paling gw inget adalah saat Dhiesta menawarkan diri ke gw untuk tinggal di rumahnya. Ketika itu gw ngeluh tentang kemacetan daerah Tebet. Dhiesta dengan baiknya menawarkan gw untuk nginep di rumahnya biar gw nggak stres-stres amat dengan kemacetan menuju Tebet. Dia bilang: "Nanti kita berangkat bareng Boy," Ya ampun berasa punya kakak cewe deh.

Sebenarnya masih banyak lagi kebaikan si malaikat ribet itu. Tapi kalau nulisnya kepanjangan kayaknya bosenin juga ya jadinya.

Duh, pokoknya gw suka dan sayang banget sama malaikat ribet ini. Kalau di hidup gw dan teman-teman lainnya ga ada si malaikat ribet ini mungkin jadinya nggak bakal seru.
Dan satu lagi, berdoa dari dalam hati gw terdalam untuk Dhiesta yang Juli ini bakal memberanikan diri untuk maju ke hubungan yang lebih tinggi dengan Pacarnya Divi.

Lancarkanlah urusan Dhiesta dalam hal yang satu ini. Semua ada solusi dan jalan tengah yang membuat semua orang bahagia...

Love uuu Dhiestaaaa..




Almost forgot, she even made this special birthday e-card for me. I love u even more boykee !




Saturday, July 10, 2010

~ Bingar & Rio ~

This is it.. bulan yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga... The marriage of my lovely cousin.. Cicilia Bingar, atau yang lebih sering kupanggil dengan Mba' Ari..

I cant believe she finally reached this phase of life... Mba Ary yang tomboi, cuek dan selalu berusaha mati-matian buat ngurusin badan, akirnya menemukan tambatan hatinya dan memutuskan untuk menikah. WOW ! I never thot it would happend this fast, at her age. I thot she's probably get married at the age of 30 or something, maybe.. well, i dunno..

Aku dan Mba Ary bisa dibilang ga punya kenangan masa kecil yang banyak.. kalo diibaratkan dengan orang pacaran, we were doing the LDR... I'm in Jakarta while she's in Semarang, kampung halamanku.. Satu-satunya yang bisa mempertemukan kami adalah acara-acara besar keluarga dan Natal adalah acara yang paling kusuka, karena mau ga mau aku pasti akan ketemu dia.. Meskipun intensitas pertemuan kami ga banyak, but she really is a good cousin, selalu perhatian dengan menanyakan kabarku atau memberikan wejangan kaka sepupu sotoy ala kadarnya hehehe..

I cant afford to buy her a washmashine or a refrigerator... kado-kado yang wajib dikasih buat keluarga baru.. so I gave a fully-customized-made-from-the-heart scrapbook card, together with a lingerie.. heehee... the second was the idea from the three of us, my another cousin and my sista..

Here's the project..

*1st page*



*lilac as background colour combined with purple flower,
metal butterflies embellishments and stars beaded-bead*




*The tagline*



*2nd page,
Open it and the joy emerge, that's the idea*




*Taraa... We are all pop up*



*Us Adel, Dhiesta & Tia*



*Congrattsss... *



*Again, purple flower
embellishment*



*Bride Pop Up Sticker*




*In case any of u wants to make a custom scrapbook card,
please do not hesitate to contact detail below*





Happy wedding to both of you.. Mas Iyo, jaga Mba Ari baik2 yaaa...
PS : I love her much..

My Dad's Wifey


Here goes the pic of my present family..






Wish you both happy, prosperous and blissful married life. Congrats !

Friday, April 16, 2010

Uniquely Singapore, Uniquely Us

Bulan Februari 2010 lalu, saya punya kesempatan liburan ke Singapur bareng pacar dan teman-teman. Alhamdulilah. I was so excited, karena ini pengalaman pertama kalinya pergi ke negeri singa or shopping city sih lebih tepatnya. Rencananya mau explore seluruh Singapore, or at least semua recommended places harus disambangin. Tapi so little time, so many things to do. Kita cuma 3 hari 2 malam di sana -_-. Iya sangaaat ga cukup. Akhirnya ya pasrah aja! Menyisakan Jurong Bird Park, Clark Quay, Red Museum untuk kesempatan berikutnya. Amin, balik lagi ! :))











Sponsor edisi ini :

Prophecy

Just found this site, www.ramalannama.com.
Predict future job based on name. Well, this is for fun for sure and so funnyy.. hahahhaha.. .
I put some friends of mine's names, here goes the prophecies, fellas :

Dhiesta Natalia : Tukang Sapu Kuburan
Divi Analis : Ilmuan Gila
Adelia Putri : Tukang Ojek Motor
Handayani Nurul : Pemain Bas Betot
Rizky Amelia : Pelawak
Agustina Malita Polapa : Penggembala Kambing
Bobi : Atlet Sumo
Robin Corba : Tukang Sate Padang
Dahlia Isnaini : Tukang Mandiin Mayat
Irma Calista : Pemimpin Pesantren
Anggita Cyintia : Tukang Cukur
Teguh Sulistyo : Tukang Bakwan Malang
---------------------------------------------------

Kebayang kalo ramalan ini bener, I'll have a list of friends with weirdo occupations... xiiixiix

Thursday, April 15, 2010

Gombal in the Morning

Berikut yang kalian baca adalah tulisan seorang lelaki hitam legam, macho, suka The Beatles & band rock lainnya, suka bola, dan gadget stuff.

"Kamu bagai air terjun yang jernihnya seperti cinta yang kau berikan padaku yang membuatku mabuk kepayang tak henti rasa ini ingin memilikimu"
- Divi Analis -





Si divi ini lelaki yang cool looh, jarang bermenye-menye ria.
Makanya gue terenyuh dia ngeluarin kalimat itu..
Agak geli sih, kenapa kalimatnya kaya lirik lagu band melayu yang mendayu-dayu.. halah, sok rhyme :p

Ps : I love You

Quote of the Day


"A
useless life is an early death"

-Johann Wolfgang Von Goethe-

Wednesday, April 14, 2010

New Room - The Beginning -

Oke, coba gue itung, berapa lama udah tidur sekamar bareng adel (my youngest sister). Usia kami cuma terpaut setahun, she's 22 and am 23. Jadi kurang lebih sudah 22 tahun, kami selalu melewati tiap malam bersama, selalu tidur di satu ranjang besar, berbagi selimut, guling juga bantal.

Bukan cuma itu, karena kami share kamar, setiap barang yang ada di kamar tersebut, merupakan milik bersama pula. Mulai dari hair dryer, make up, notebook, nakast, sampai underwear, almost everything we share. See, how unseparateable we are. Kamar kami yang sekarang berukuran 3x4 m2. Silahkan dibayangkan, dengan kamar yang segitu harus diisi oleh dua dara yang berukuran tidak minimalis. Belum lagi perabotan di kamar kami tergolong cukup banyak. Mayoritas sih barang-barang gue, seperti perlengkapan scraapbook, properti ulang tahun, pajangan-pajangan, stereofom yang ditempelin foto-foto hasil kreasi di saat kurang kerjaan, koleksi kaset jaman dulu (Dari formatnya *kaset* udah ketauan kan how jadul it is), sampe barang-barang peninggalan kost-an dulu yang semuanya gue boyong serta. Gue punya kebiasaan, selalu nyimpen barang-barang lama yang menurut gue punya kenangan. Kaya di atas meja belajar gue, terkumpul rapi bunga-bunga tulip dari kertas krep hasil buatan teman kampus *dabu* buat acara Festival Jalan Jaksa, pigura berisikan ilustrasi 4 cewe (read as my geng :p) kado ultah waktu kelas 2 SMA, atau sebuah botol wine, Valdieso of Chile, am not a drinker ya, itu waktu perpisahan dengan dosen native Belanda, to remind me of him, I took the bootle :). Ukuran kamar yang kecil, perabotan yang banyak, dan perintilan-perintilan kecil lainnya. Jadilah, Hampir nggak ada space kosong di kamar!

Karena latar itulah, gue memutuskan untuk pindah kamar! Kebetulan di lantai 2, ada 2 kamar kosong yang selama ini ga pernah ditempatin, yang satunya malah udah dijadiin gudang. Awalnya sempet ragu sih, karena gue takuuuut tidur sendiri, apalagi karena itu di lantai 2 yang terpisah dari lantai 1. (ekh ini ngerti gak maksudnya? jadi kaya loteng gitu). Gue sering ngebayangin di lantai 2, ada makhluk yang tinggal di sana, dan bener aja ada musang yang menempati kamar itu, bukan di kamar yang bakalan gue tempatin sih, but the other room yang letaknya tepat di depan persis. Huuu tetep aja, gue parno, kalo tu musang tiba-tiba ada di depan gue, dan siap menerkam saat gue sedang tertidur dengan pulasnya.. (imajinasi yang terlalu berlebihan , hee :))

But then I erased all those fears, in the name of comfort & privacy. Udah kebayang ngisi lagi lembaran-lembaran kosong di scraapbook, nelpon berjam-jam sama pacar tanpa takut si Kodel kebangun dan menguasai meja rias... hehhehe...

Tekad dan niat udah kuat, selanjutnya realisasi. Urusan pertukangan dan permodalan, biar bokap lah yaa yang ngurusin. Gue dibagian konsep aja. Ga mau asal seperti pengalaman di kamar-kamar sebelumnya, gue berencana pakai jasa arsitek. Untungnya, punya teman seorang calon arsitek, Teguh Sulistyo, jadi memanfaatkan dia *kekkeekk*. Dia sekarang lagi repot-repotnya ngurusin skripsi, doain ya teman-teman biar lancar urusan perkuliahannya. Amin.


*Mock Up Kamar Dhiesta by Teguh Sulistyo*

Idenya : Mau manfaatin space yang kecil (ukuran kamarnya ga sampai 3x4) , tapi tetep bisa beraktifitas secara leluasa di dalamnya. So, tempat tidurnya pakai yang single dan di bawah. Meja di tengah itu nantinya buat berkreasi dan a notebook will be put on there. Laci gantung yang diletakkin ga jauh dari kasur dan meja, tujuannya supaya mudah ngambil barang-barang seperti stationary, buku or elses. Jadi nantinya pusat kegiatan ada di bagian situ. While space kosong di depannya buat sirkulasi. Untuk ubinnya, tyo saranin buat make parket (lantai kayu), tapi setelah diskusi dengan papah, ga di-acc karena pertimbangan maintenance-nya lebih repot, kaya rayap, air, dan juga harganya yang dua kali lebih mahal daripada keramik. But then I was quite satisfied, after searched around Kalimalang, nemu keramik dengan motif kayu. Voilaaa, Perfect ! Keinginan sang arsitek secara visual dapet, while petunjuk dari bokap sebagai pengucur dana juga dapet. Keduanya terealisasi :)))

Selanjutnya, proses pengerjaan kamar dilakukan, sampai sekarang masih berlangsung nih.
I'll keep you update when it's done already. Will also upload the pictures :)

Me can't wait.

Tuesday, April 13, 2010

JT.


Through a week of inner conflict & falsity.


"What Goes Around, Comes Around"
- Iramulyani Budiman -

I'll certainly keep that in mind.


NDs Award

Nds games i've played & love so far .....
.... goes to :

Henry Hatsworth in the Puzzling Adventure

Status : 80 % Unfinished - SSM*

Cooking Mama 2: Dinner With Friends



Status : 1oo % Done - GAG**

Indiana Jones Lego

Status : Done 1oo % - GAG**

The Legend of Zelda : Spirit Tracks

Status : 60 % Unfinished - SSM*

Boing! Docomodake DS

Status : 50 % Unfinished - GAG**


Note :
* SSM : Susah Sekali Man !!
**GAG : Gampang Asik Gila ^.^

Tuesday, April 6, 2010

GoBlog to Holland



"Punya mimpi merasakan sendiri pengalaman Summer Course di salah satu Universitas terbaik di dunia dan bertemu dengan teman-teman dari mancanegara? Cukup dengan nge-blog kamu bisa mewujudkan impian tersebut."


Seperti memperbarui janji Baptis saat Paskah kemarin. Saya menjawab dengan sangat lantang.

Ya, Saya Mau !