Showing posts with label Sayur Asemku. Show all posts
Showing posts with label Sayur Asemku. Show all posts

Friday, December 9, 2011

Road to Dream House

8 bulan usia pernikahan kami, Tuhan memberikan hadiah yang begitu istimewa. I call it an early Christmas gift.

Akhir bulan November lalu kami memutuskan untuk kembali menyusuri cluster Pasadena Park untuk mencari rumah. Cluster ini sudah pernah kami datangi sebelumnya, jauh sebelum kami menikah. Hanya saja saat itu, Pasadena Park bukan menjadi pilihan kami. Sistem kepemilikan rumah berlangsung kira-kira setahun setelah akad KPR dengan bank & developer. Bahkan bisa lebih, kalau-kalau modalnya si developer belum ke kumpul. Fiuh, pikir kami kelamaan ya. Karena itu, kami mencari yang lain.

Hampir setiap minggu kami berkeliling, menjelajah daerah sekitaran Jatibening, Jatiwaringin dan sekitarnya. Pekerjaan itu membutuhkan waktu seharian, kami bisa pergi di pagi hari dan pulang di sore harinya. It was trully wasting your time. Apalagi kalau rumah yang sudah dicari susah-susah ternyata jauh dari yang diinginkan, nelongso deh. Tapi itu semua nunjukin usaha dan kesungguhan kami untuk mendapatkan rumah tinggal. Trust me, sebaik apa pun perlakuan mertuamu & nikmatnya ga perlu ngeluarin uang buat bayar listrik atau telpon, tetap tinggal di rumah sendiri lah yang paling enak. Kami sudah sangat tidak sabar ngurus rumah tangga & nyicil perabotan. Kami, terutama saya sih, sudah tidak sabar ingin menambah kerempongan hidup dengan mengurus rumah tangga. Segera!

Hari itu, eyang Tardjo minta ditemani cari rumah di cluster baru. Karena sudah tua, Ia ingin mencari rumah yang lebih kecil dan menjual rumahnya yang sekarang di daerah Cawang. Kami pikir sekalian cari untuk kami juga. Cluster pertama yang dikunjungi oke banget, East Point. Aksesnya sangat mudah krn keluar tol Jatibening langsung. Tapi harganya ga tahan, 500 jt lebih dengan luas tanah 80 m saja. Gilaa ! Dia pikir cari duit gampang apah. Eyang Tarso sepertinya tertarik, ya karena punya duit juga. Kalo kami skip yang ini, cari yang lain, ga worth menurut kami harga segitu untuk luas tanah yang kecil. Totally skip !

Cluster kedua yang kami datangi adalah Pasadena Park. Eyang Tarso nolak mentah-mentah karena letaknya yang agak jauh dari jalan raya utama menuju tol. Gaya ya, padahal kalau dipikir mobilitasnya ga akan terlalu sering. Di sisi lain, kami jadi berubah pikiran tentang cluster ini karena sudah banyak berkembang, ada fresh market, dan health club, kami pun sepakat untuk meng-approach-nya di keesokan hari.

Singkat cerita, kami kembali ke sana. Bertemu dengan marketingnya dan mendapati Pilihan sudah sangat terbatas, karena hampir seluruhnya sudah terjual. Awalnya kami disodori sebuah kavling untuk dibangun sendiri nantinya. Makan waktu pengerjaan sekitar 3 bulan lah, lebih cepat dari cluster baru yang masih akan dibangun dan On budget. Tapi usut punya usut sertifikat kavling ini belum pecah dan butuh waktu setahun lebih untuk prosesnya bahkan lebih, jadi belum bisa diambil alih ke kami. Eaaaa, pake lama, cape deh.

Di sinilah tangan Tuhan bekerja. Setelah ga bisa beli kavling saja. Si marketing itu ngasi info ke kami kalo ada clientnya yang mau jual rumahnya. Ready stock & sudah 90% jadi. Jawaban dari kebutuhan kami yang mau punya rumah segera. Keesokan harinya, kami sudah berhubungan dengan pemiliknya langsung. Namanya Pak Oki Taruna, seorang arsitek. Kebetulan sekali ya, rumah yang akan kami beli ini sudah di utak atik sama dia dari layout awalnya, di design sedemikian rupa agar terlihat lebih luas dan nyaman untuk keluarga muda. Si bapak ini rencananya mau beli rumah ini untuk diberikan ke anaknya, who even hasnt married yet, enak banget ya bok. Tapi si anak ga mau karena terlalu berdekatan dengan si bapak.

Dari awal Desember kami fokus mengurus kepemilikan rumah. Proses pengalihan pesanan rumah & pengajuan KPR riweuhnya bukan main loh. Beberapa kali kami minta ijin atasan datang terlambat, mem-follow up ini itu di jam sibuk-sibuknya kantor, atau mendatangi rumah Pak Oki sehabis pulang kantor. We put it as our first priority. Acara keluarga, kumpul dengan teman-teman juga usaha kecil-kecilan kami otomatis tersampingkan.

Soal biaya, harga rumah ini lumayan bikin kami harus mutar otak & nguras seluruh tabungan. Sempat pusing karena harus mengikuti kesepakatan dan track record pembayaran Pak Oki ke developer, yaitu 80 % cash bertahap - 20 % kpr. Kondisi keuangan kami berdua sebaliknya : 80 % KPR - 20 % cash. Ga ketemu dong.. Tetapi Gusti Allah ora sare, He trully helps us. Kami dipertemukan dengan pemilik rumah yang sangat baik, yang sangat kooperatif dan nauin (bhs jawa: mengerti) kondisi pasangan muda seperti kami. Kami konsolidasi dengan dia, dan tercipta kesepakatan yang buat kami sangat melegakan. Ditambah support dari orang tua, kaka adik serta saudara-saudara yang sangaaaat membantu. We trully love you guys :* :*

Kemarin kami sudah mengajukan KPR ke bank BNI, dan jika semua prosesnya berjalan lancar bulan Januari 2012 nanti kami sudah bisa menempati rumah itu. Semoga semuanya berjalan lancar ya... Mohon doanya :)

Here's the sneak peak of soon-to-be-our-house.




Pasadena Park, E2 / 11.
Lt. 128 m, Lb. 65 m

Tuesday, August 31, 2010

Three years so far...

Happy 3rd Anniversary
My Dear Divoy Analos Putro Petir





August 31st 2010
"There is no feeling more comforting and consoling
than knowing you are next to the one you love"


Sunday, August 22, 2010

Mi. Ra. Cle

Pagi itu dan semuanya menjadi indah :D

Bangun tidur mendapati hp penuh dengan message dari Divi, selalu begitu sih setiap hari, tapi kali ini berbeda.. Pesannya bikin dunia yang serasa mau runtuh, tidur yang tak pernah tenang, makan yang ga pernah nikmat selama ini, semua menjadi begitu indah... Pagi itu..

Hanya karena ini..
Sms dari Ka' Elfa ke Divi

"Vi, Pa kabar, kemaren belum sempel ngobrol2 ya. Btw gw dah diskusi sama papa mama, hasilnya dista boleh menjadi bagian dari keluarga kita. We've both agreed already. Forget the past. Nanti Dista ikut ke Jogja, kita kenalin ke sodara2 ok."

-- Aku langsung nangis seketika, karena bahagia :) --

Aku dan Divi sudah sepakat ga akan menyerah pada keadaan dan berjuang demi cinta yang udah kami bangun selama ini. Meskipun sampai seminggu yang lalu, kami masih deg deg ser karena belum dapet restu dari orang tua Divi dan masih blur tentang bagaimana proses ke depannya... tapi kemarin dan sms itu mengubah segalanya.

Kami berdua tau, kalo keputusan yang orang tua Divi ambil itu ga mudah, mereka harus mengorbankan pendirian bahkan juga harga diri mereka di depan kolega dan kerabat.. but at the end they did it for Us. They reached the highest level of love.. Sacrifice for others.. For me this is just super duper cooool ! I really thank them for this and at that the same time, love them with all my heart. I love u both !

For me and Divi, We havent gave our best effort yet to make this happend, but God just simply give that to us.. His Miracle.. hmm, God is Good.. Aku dan divi ga habis-habisnya mengucap syukur ke Tuhan.. Terima kasiiih Tuhan, Engkau begitu baik... Terima kasihhh.. berjuta-juta kali..

For the next, we're gonna focussing on OUR FUTURE. Preparing stuffs. Arangging this and that, in the name of 'live happily ever after' with Divi and Dhiesta as the Prince and Princess.. hohoo... Auk ah, kebanyakan nonton Cinderela jadi gini gue.. hehe... Smoga semuanya berjalan sesuai rencana... Aminn ^.^





Ps : I love u even more Divi Analis

Thursday, August 5, 2010

Steal, Lie or Cheat

To : My future husband

May u never steal, lie or cheat
If u must steal, then steal away my sorrows,
If u must lie, lie with me all the nights of my life,
And if u must cheat, then please cheat death,
Because I couldn't live a day without you.

From the Movie "Leap Year"

-------------------------

Ps: I posted this using BB for the vewy 1st time.
I wonder how good it works.
Let's give BB a try :))

Sunday, August 1, 2010

Post Scriptum

Untuk Kekasihku,



Zie je ik hou van je

ZIE je ik hou van je,
ik vin je zo lief en zo licht --
je ogen zijn zo vol licht,
ik hou van je, ik hou van je.

En je neus en je mond en je haar
en je ogen en je hals waar
je kraagje zit en je oor
met je haar er voor.

Zie je ik wou graag zijn
jou, maar het kan niet zijn,
het licht is om je, je bent
nu toch wat je eenmaal bent.

O ja, ik hou van je,
ik hou zo vrees'lijk van je,
ik wou het helemaal zeggen --
Maar ik kan het toch niet zeggen.

-Herman Gorter (1890)-


Thursday, April 15, 2010

Gombal in the Morning

Berikut yang kalian baca adalah tulisan seorang lelaki hitam legam, macho, suka The Beatles & band rock lainnya, suka bola, dan gadget stuff.

"Kamu bagai air terjun yang jernihnya seperti cinta yang kau berikan padaku yang membuatku mabuk kepayang tak henti rasa ini ingin memilikimu"
- Divi Analis -





Si divi ini lelaki yang cool looh, jarang bermenye-menye ria.
Makanya gue terenyuh dia ngeluarin kalimat itu..
Agak geli sih, kenapa kalimatnya kaya lirik lagu band melayu yang mendayu-dayu.. halah, sok rhyme :p

Ps : I love You

Wednesday, March 17, 2010

Aku Murahan !

From: dhiesta natalia
Date: Wed, Mar 17, 2010 at 12:04 PM
Subject: Re: just a letter
To: divi.analis@gmail.com

Terserah, am free dan aku kangen.

---------------------------------------------------------------
From:
Date: Wed, Mar 17, 2010 at 1:16 PM
Subject: Re: just a letter
To: dhiesta natalia

malem ini ktemuan ya.
Watch movie or eat. Ada rencana kmana siang/sore?


From: dhiesta natalia
Date: Wed, Mar 17, 2010 at 1:44 PM
Subject: Re: just a letter
To: divi.analis@gmail.com

Nowhere to go. aku harus prepare application yg harus ku bawa buat interview di **** jumat ini. Bantuin dong.
See you tonite yah. Gak kangen?

-----------------------------------------------------------------
From:
Date: Wed, Mar 17, 2010 at 1:59 PM
Subject: Re: just a letter
To: dhiesta natalia

Good. Pin bbm dong.
Kangendotkom
____________________________________________________________________


Kalau bukan dia orangnya, gengsi gue yang tinggi-nya ngelebihin Monas ini ga akan turun.
Karena dia orangnya yang bisa bikin kangen sehari bisa jadi kaya setahun.
Cuma dia yang bisa bikin dista yang keras kepala dan kaya batu berubah jadi beruang madu yang manis & lemah lembut.

Cuma dia yang bisa begitu...


Tuesday, March 16, 2010

The Line is Broken (?)

We had a big fight last week.
Cercaan, makian, kata-kata kotor semua keluar diiringi dengan nada tinggi dan isak tangis (kalo yang terakhir udah pasti gue).
Masing-masing dari kita ngasih argumen tentang siapa yang paling benar, dan menyalahkan yang lainnya karena menyulut api pertengkaran.
Sampai di ujung conversation. Kata sepakat untuk berdamai engga juga keluar dari kita berdua.
Damn it was totally a disaster !

Ga seperti dulu, sehari aja ga kontak dia rasanya kaya setaun. Marah, benci tapi juga kangeen, susaaah banget rasanya waktu itu buat ngelupain dia. Tapi sekarang, sehari, dua hari, tiga hari, sampe empat hari sekalipun tanpa kabar kaya sekarang rasanya bukan lagi jadi halangan besar. Gue masih mau tau tentang dia, dan kalo dibilang kangen, demi janggut merlin, gue kangen banget, apalagi gue terbiasa ngelewatin setiap harinya bareng dia. But as the time goes by, gue semakin bisa distract pikiran gue buat ga mikirin dan ngangenin dia sepanjang waktu. Somehow it's good, karena gue bisa ngeluangin waktu buat ngelakuin hal-hal lain dengan orang-orang yang jarang gue temui. Kalo gue lagi adem ayem aja sama dia, it's impossible. Yaiyalah, gimana enggak, setiap waktu luang yang kita milikin, pasti dilewatin bersama, - 24 hour, 7 days a week -. The art of comfort ! :P

Sampe hari kelima (which is hari ini) I can't stand no more. Masih keinget semua bad words yang dia ucapin waktu kita berdua lagi sama-sama emosi. But all those disreputes, can't defeat my logic. Gue turunin semua gengsi, emosi serta api kemarahan yang masih berkobar-kobar di kepala, then I contact him.

Here it goes :

From: dhiesta natalia
Date: Wed, Mar 17, 2010 at 10:35 AM
Subject: just a letter
To: divi analis

Bener-bener ini yang kamu mau yah?
Okay, at least I wont end up this relationship with an ackward situation.
I'm sorry for the bad things i've made to you.
I still want to know about u, and at d future want still to have a good relation with u.
But if u still need time.Just feel free to avoid everything that related to me.

thx.

-------------------------------------------------------

From:
Date: Wed, Mar 17, 2010 at 11:22 AM
Subject: Re: just a letter
To: dhiesta natalia

There's a few things I want to tell and share with you..
I'm also sorry for what happenned last time.
Wanna meet or sometin?

-------------------------------------------------------

I feel so relieve.
Dia kangen gue juga ternyata, tapi terlalu malu buat mulai duluan. Ini amat sangat melegakan, karena udah mikir yang macem-macem kalo dia ga peduli gue lagi lah, uda masa bodo, sampe kepikiran udah punya yang baru. Which is sangat ga mungkin.
In this case, I won cos I'm brave enuf to downgrade my dignity.
But above all, cinta gue mengalahkan segala emosi & kemarahan diri.

Selanjutnya, we have to clarivy things and promise to each other won't do the same mistakes.
Gue sangat mau berusaha untuk itu sampai titik darah penghabisan *tsaah*. Cos....

Ps : I just love him muuuuccch.

Wednesday, July 15, 2009

I've Found Mine. How About You ?

- There is only one happiness in life,
to love and be loved.

Aku mau selamanya begitu. To love and to be loved. Just like the way he shows his feeling like shown under...

Posted by Divi Analis

Menemukan buku untuk dibaca itu seperti menemukan pacar. Pertama-tama dilihat-lihat dulu dengan seksama, kalau cover-nya oke, baru deh dideketin. Bedanya, setelah ngerasa oke dengan pandangan pertama, bagian belakang bukunya bisa dipegang. Menemukan buku untuk dibaca berarti membaca lembaran demi lembaran pertamanya, kalau kita tertarik dengan paragraf pertamanya, kita akan baca lembaran berikut dan berikutnya dan berikutnya.

Menemukan pacar. Kita pergi keluar pertama dengan sang gebetan, duduk berdua di sebuah restoran atau café yang nyaman, berusaha saling membuka lembaran masing-masing. Membedah mereka seperti buku: narasi seperti apa yang mereka katakan (penuh nostalgia kah, atau sekadar memaparkan pengalaman), apakah diksi yang mereka pakai menarik (kasar kah, atau justru sangat sopan), apakah gaya tubuh mereka cocok, dan yang paling penting: nantinya, tahankah saya “membaca” dia untuk waktu yang sangaaaaaaaaaaaaat lama.

Perjalanan panjang untuk jatuh cinta dengan sebuah buku, setelah dipikir-pikir cukup sama dengan merasa nyaman dengan pacar kita masing-masing. Namun, pacaran dengan orang yang tepat punya satu kriteria khusus: sanggupkah kita, setelah membaca lembaran demi lembaran hidup masing-masing, tumbuh tua bareng, dan pada akhirnya ketika ketemu hanya bisa diam karena tidak ada lagi yang bisa diceritakan.. sanggupkah kita berdua untuk gandengan tangan saja dan berada dalam suasana sunyi yang penuh kenyamanan.

Ikhlas dan jujur. Semua itu hanya bisa dilakukan dengan seseorang dimana kita sangat nyaman melakukan apa pun dengannya. Mau kentut? ya kentut aja..ngapain disimpen2, penyakit tau. Tp mau gak lo kentut di dpn pacar? Itu contoh kecil dalam mencerna maksut kejujuran. Dan apakah lo rela nungguin dia berjam-jam di parkiran tempat dokter muka while dia harus ngurusin jerawatnya di dokter itu? I'm gonna say, "Yes i'll do it!" dengan tegas, yakin, dan tanpa pikir panjang. Karena kita tau, she deserved it. "Yg gw lakuin gak ada apa2nya dibanding apa yang udah dia lakuin buat gw".

Ada yang bilang "cinta itu buta", gw gak setuju. Gw lebih memilih kata..."Itulah harga sebuah kenyamanan dengan seseorang". Gw gak tergila2 padanya, gw gak memuja dia bak Tuhan gw, gw gak menyamakan dia dengan sebongkah emas yang harus gw jagain rapet2 dari tangan maling. Yang gw tau hanyalah, gw NYAMAN melakukan apapun dengannya.. I just can't smile without the smile that you gave to me.

And finally.. gw udah menemukan buku itu. Buku itu berjudul:

"Dhiesta"

Aku nyaman dengannya. Ga ada kata2 lg yang bisa terucap, Terima Kasih for everything u did to me Ay. U're the only one i really want to marry with. Klo kata mas John Lennon "Every woman has a man who loves her..".

Yes, i'm exactly the man who loves you..