Showing posts with label My Personal Life. Show all posts
Showing posts with label My Personal Life. Show all posts

Monday, January 31, 2011

SaSono Adiguno

Merencanakan untuk menikah? Hal pertama yang harus dilakukan adalah mendapatkan kepastian gedung pernikahan.. Sukur-sukur kalo waktu persiapan pernikahan panjang, jadi bisa pilah-pilih tanggal yang paling sesuai dengan yang diinginkan.. Tapi kalo kasusnya kaya gue, yang cuma punya waktu kurang lebih 3 bulan dari omong-omong awal hingga pelaksanaan.. Masih bisa dapet gedung pernikahan sudah sangat bersyukur sepertinya..

Hari itu, gue, divi, mamah divi & tante Ela mengelilingi jakarta buat nyari gedung. Target kami, udah dapet gambaran rupa & harga gedung, tanpa ekspetasi berlebih, karena dibayang-bayangi pikiran venue yang sudah full book.

Keliling-keliling dan beneran looh satu-satu kami sambangin, mulai dari Aula Pertemuan Masjid Attin, Gedung Pewayangan, Puri Ardya Garini, Gedung Serba Guna Persada, sampai Antam, yang lokasinya menclok sendiri di Jakarta Selatan. Akhirnya diputuskan Sasono Adiguno sebagai pelabuhan terakhir. *saddaap*

Kalo ditanya siapa yang punya andil besar nentuin gedung itu, jawabannya adalah Divi ! Saat gue, mamah divi & tante Ela bingung menentukan pilihan karena harga, tanggal yang kurang sesuai, layout-nya yang kurang oke, dll... Divi yang paling mantep 1109 %. Alasannya simple, karena nama Sasono Adiguno jawa banget. Iye, that's it ! Udah, selesai perkara.... Gue yang basicly gamang aka labil, manut aja sama si Divoy.. Biarkan ini menjadi awal gue nurut sama sang suami nantinya.. Hueheheh.. Amin aahh..

In case any of you, ada yang mau make Sasono Adiguno juga, berikut detail info-nya :
No. Tlp : 8409447 - 8409217 - 87795617 dengan Bpk. Ferry.
Sewa Gedung : Rp. 11.500.000
Sewa untuk akad : Rp. 1.000.000
Pelaminan : Full Gebyok
Lantai : Not full Carpet
Kapasitas : 1500 orang

Katanya, gedung Sasono Adiguno ini tempat biasanya Pak Harto mantu.. Hayah hayah.. Bisa aje nyenengin hati gue.. Gedung sebelahnya kaleee.. Sasono Hutomo.. Cuma menang di nama depan sama aja, heueheh..Yuuuk monggo..
But for me, whatever the building is, kalo bukan Divi calonnya.. Won't be the same ! *silahkan muntah* :p

*before*

*After. Divi & mamahnya, mejeng*

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sunday, January 30, 2011

ACHTUNG !!!

A long and winding road.. Pluuss kalo mau ditambah lebih dramatis lagi, lirik lagu Ninja Hatori "Mendaki gunung lewati lembah... " paling paaass beneur ngegambarin perjuangan cinta gue sama Divi..

Kami, pada akhirnya, *jreng jreng jreng* memutuskan dan diberikan ridho serta kebaikan hati dari Sang Tuhan Yang Maha Esa untuk melanjutkan ke proses selanjutnya, yaitu : MENIKAH ! *jungkir balik, salto, kayang, ditutup dengan senam SKJ saking girangnya*

Achtung, Achtung !!! Acara sekiranya akan diadakan :

Hari / Tanggal : Sabtu / 30 April 2011
Jam : 11.00
Tempat : Sasono Adiguno, Taman Mini
Adat : Jawa Modern
Pelaminan : Gebyok Modifikasi
Tema warna : Merah Maroon, Gold
Catering : Puspita Sawargi
Tata Rias : MiaRosa
Souvenir : Icon Life
Undangan : Pasar Tebet
Entertainment : Mejiku / Hellen's Band (Still Tentative)
Prewed Fotografer : Eldi & Arsyan.

Karena waktunya yang udah tinggal sebentar lagi, fokus hingga 3 bulan ke depan adalah persiapan pernikahan. Sudah sangat dapat dipastikan acara hura-hura serta belanja-belenji wajib diganti dengan survey ini itu dan pengetatan ikat pinggang.. Hoosh hossh.. Jadi mikir panjang buat *amit amit* nikah dua kali, kalo persiapannya repot bangeett kaya gini.. No way deh !

But yeeaaah.. I can do it laaah *gaya cino* Semangaaaat ztaaa.. \(´▽`)/

Ini looh, calon suami aku-nyaa *mesem-mesem*


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Monday, January 3, 2011

Working Life in the year 2010

Haii.. hoe gaat het?
I hope u guys are doing fine yaa..
2010 was so na ah.. biasa saja..
Instead I didnt have any special amazing moments.


Year 2010, began with I resigned from SAM design,
keputusan untuk resign didasari dari ketidakpuasan terhadap managemen, meskipun wakut itu belum dapet kerjaan pengganti, sebodo teuing, pokonya keluar dulu dari situ, dan anggepan bahwa "I am qualified" (in the term of finding a new job) maka so be it.. Aku resmi jadi pengangguran per February 2010.


Di quarter tahun, diisi dengan ajang coba-coba :D
Yes, I got accepted di salah satu perusahaan distribusi makanan as Sales Supervisor. Di sini gue diharuskan membawa mobil, awalnya sempet mikir, karena i dont really like driving.. tapi karena gaji yang ditawarkan sangatt beyond my expectation, more than twice bigger from my previous sallary. So tanpa tedeng aling-aling, aku terima pinangan perusahaan tersebut. Tapii gayung tak bersambut.. tepat di senin minggu berikutnya, gue resign ! Why ? because that job didn't suits me well. Gue siyok dong, waktu hari pertama dateng, di meja gue ga ada perangkat komputer. I said to myself, wasallam because I used to work with my compy, ngapain kek, ngetik2, browsing, creating concept & idea or others semua dituangkan dalam komputer ! Belum lagi, more than a half of my office hour harus dihabiskan untuk berada di luar kantor, mana ga jelas aral dan tujuannya. I meant, banyakan kongkow-kongkow sama rekan & stuck di jalan karena macet daripada sales call-nya. Aaah, enggak deh, I prefer to stay at the Office dan berautis ria. Sumpah. So I quit ! That's it ! I became an unemployee --> Again <-- ! Di pertengahan tahun, I got accepted di Hotel Intercontinental as Executieve Secretary. I had to support my boss which is the second person at the hotel. Emejing ya? iya sama, gue juga ga percaya, gile, it was such a big achivement. Menurut L? gue punya background secretary? modal bisa ngetik 5 jari bisa ngelangkahin anak-anak lulusan tarky. Pokonya ga nyangka banget deh, apalagi kerja di hospitality industry, never thought before. Tapi lagi-lagi itu ga cukup menyenangkan hati gue, punya bos yang seorang India bawel dan rekan-rekan di bagian marketing wasnt good ! I wasnt treat great. I was bullied by them > terlalu sadis ya sepertinya, heuhehe...tapi memang gitu kenyataannya looh, gue sampe sempet stresfull dan ga mau makan yang berakibat maag akut.. jarang masuk kantor pula, yaudah deh, berasa kaya zombie penghabis uang perusahaan without any satisfactory job.


Hampir setengah gila di Intercontinental, ga terlalu lama dapet panggilan dari Hotel Borobudur Jakarta. Emang kalo rejeki & jodoh ga kemana, muluuus cyin jalannya. Proses penerimaan ga sampe 2 minggu. Gusti Allah emang baik banget, setelah interview dengan HRD & User lancar, masuklah ke tahap paling akhir & penentuan which is interview dengan GM (he's like the 1st person at the hotel, ooh yeah *nada menunur*), he's a Canadian, logatnya Enggreis-nya aneh, jadi agak susah diserap otak, tapi masih di hari yang sama setelah interview itu, gue langsung disodorin surat kontrak. Puji Tuhan Yesus, dengan genderang meriah !!! Woow, lagi-lagi I got accepted.. ahaayy.. kalo begini caranya mah siap-siap say bye to Intercon.. and so be it... I said cuuuss to it and say hello to Hotel Borobudur :)))

Well yeah, tahun 2010 adalah tahunnya "pekerjaan" buat gue.. segala tenaga, emosi dan pikiran tercurah hanya di situ. It wasnt good looh rasanya saat harus meninggalkan teman lama, hidup penuh dengan ketidakpastiaan, tidak punya kegiatan rutin dan jelas (*Baca pengangguran) dan melakukan proses interview dan interview selama berulang-ulang ulang ulang kali (hee, saking banyaknya nih :p). Karena itu, i promise to myself to rethink over and over again as if kepikiran buat keluar dari kerjaan sebelum dapet kerjaan yang lain. Amit amit *ketok meja* jangan sampe keulang lagi, ga enak cyin jadi pengangguran -___-

Selanjutnya, I want to give my best at Hotel Borobudur Jakarta. So far, i love working here, the ambience, the co-worker, the job and the most important thing is my boss is greaaatt ! So I'll stay. Doakan saya ya teman.

Wassalam ! :)

Wednesday, August 11, 2010

Dahlia the Flower

"Dahlia termasuk bunga yang terlambat dikembang-biakkan. Pada tahun 1872, negeri Belanda menerima sekotak umbi Dahlia yang dikirim dari Meksiko." Wikipedia.com

Berikut sekilas tentang asal usul bunga Dahlia.
Dahlia, memang ditakdirkan dengan negeri Belanda.
Pengalaman pertama pergi ke luar negerinya adalah ke Belanda, karena dia mendapat beasiswa penuh mengikuti summer course selama sebulan di sana.
Pacarnya yang tentu saja bukan yang pertama tetapi mungkin akan jadi yang terakhir adalah orang Belanda, si Meneer Dennis Krissels.
Pekerjaan office hour pertamanya adalah sebagai editor Bahasa Belanda.
Semuanya berhubungan dengan Belanda, ga salah kalo aku menyebut "Dahlia and Belanda are meant to each other"


Hubungannya dengan negeri Belanda tidak berhenti sampai di situ.
Saat kebanyakan anak jurusan Belanda angkt. 2004 lainnya, sudah menyerah menggantungkan nasibnya pada jurusan yang langka ini (baca : Susah cari kerja yg related :), dia tetap keukuh berjuang demi masa depan cerah dengan Belanda tetap sebagai kiblatnya. Selama setahun dia mempersiapkan segalanya demi mendapat beasiswa S2 dari Nuffic. Mulai dari menyiapkan kelengkapan dokumen dan menterjemahkannya ke dalam Bahasa Belanda sampai nguber-nguber dosen minta referensi kelakuan baik dari mereka.

Usahanya membuahkan hasil, namanya ada di pengumuman penerima beasiswa Nufafic 2010. Puji Tuhan, aku turut senang sekali, because she really is deserve it ! Aku bangga padanya dan juga ga percaya, terlebih karena dia selalu menyembunyikan setiap usaha yang dilakukannya untuk mendapatkan beasiswa itu. Aku yakin, salah satunya pasti berupa keluhan atau perasaan bangga diri karena mendapat sedikit harapan. But instead of showed it to the whole world, dia hanya menyimpannya untuk dirinya sendiri. Dan dia berhasil. Makanya aku dan beberapa teman lainnya bagai terperanjat saat mendapat kabar membanggakan dari-nya itu. Tetapi saat dia sudah mendapatkannya pun, dia tetap diam, dan berusaha membendung kegembiraannya karena tidak mau show off dan mengerti perasaan teman-temannya yang lain, yang ingin sekali mendapat kesempatan yang sama. Oooh, sweet...

Aku kasih kamu seribu applause, Dahlia Isnaini, sejuta ciuman dan milyaran pelukan dari ku.. yang sangat amat bangga padamu.

So, she'll leaving this August dengan berbagai macam perasaan campur aduknya. Satu yang aku ingat tentang urusan kepergiannya ini, dia bilang "Gue pergi ga cuma 3 minggu dis", aku mendengar nada getir dari nya.. huks, kok seketika gue sedih yaaa. Dari banyaknya rasa gembira yang akan dialaminya, dia juga menyimpan kekhawatiran. Sedih karena tidak akan melewatkan banyak hal dalam hidupnya bersama teman dan keluarga yang amat dicintainya dan kemungkinan bahwa ia akan menetap di sana, mungkin untuk selamanya.

--> aku :'(

Aah tapi aku tau, someday kami akan berkumpul lagi.. Remember our wish in my student room together with Anda too? We promised to each other that we'll gather again someday, not in a room in Indonesia, but in one of our place in Netherland. We also held each other arms, means that each of us were agred. Yes, I still have that faith. Sekarang tugas kamu adalah menjadi orang sukses di sana, jangan pulang sebelum berhasil dan siapkan tempat untuk kami di Belanda sana.

Kami akan selamanya menjadi teman terbaikmu Dain.


Koninginne dag, April 2006


Waktu jadi juragan Ospek, 2007


@ Airport, Nganter Dain zomer course ke Belanda, 2007



@ Kaliurang, with Genk Jogja 2008


Final Belanda vs Spanyol, Juni 2010


Farewell Dain, Agustus 2010


Saturday, July 10, 2010

~ Bingar & Rio ~

This is it.. bulan yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga... The marriage of my lovely cousin.. Cicilia Bingar, atau yang lebih sering kupanggil dengan Mba' Ari..

I cant believe she finally reached this phase of life... Mba Ary yang tomboi, cuek dan selalu berusaha mati-matian buat ngurusin badan, akirnya menemukan tambatan hatinya dan memutuskan untuk menikah. WOW ! I never thot it would happend this fast, at her age. I thot she's probably get married at the age of 30 or something, maybe.. well, i dunno..

Aku dan Mba Ary bisa dibilang ga punya kenangan masa kecil yang banyak.. kalo diibaratkan dengan orang pacaran, we were doing the LDR... I'm in Jakarta while she's in Semarang, kampung halamanku.. Satu-satunya yang bisa mempertemukan kami adalah acara-acara besar keluarga dan Natal adalah acara yang paling kusuka, karena mau ga mau aku pasti akan ketemu dia.. Meskipun intensitas pertemuan kami ga banyak, but she really is a good cousin, selalu perhatian dengan menanyakan kabarku atau memberikan wejangan kaka sepupu sotoy ala kadarnya hehehe..

I cant afford to buy her a washmashine or a refrigerator... kado-kado yang wajib dikasih buat keluarga baru.. so I gave a fully-customized-made-from-the-heart scrapbook card, together with a lingerie.. heehee... the second was the idea from the three of us, my another cousin and my sista..

Here's the project..

*1st page*



*lilac as background colour combined with purple flower,
metal butterflies embellishments and stars beaded-bead*




*The tagline*



*2nd page,
Open it and the joy emerge, that's the idea*




*Taraa... We are all pop up*



*Us Adel, Dhiesta & Tia*



*Congrattsss... *



*Again, purple flower
embellishment*



*Bride Pop Up Sticker*




*In case any of u wants to make a custom scrapbook card,
please do not hesitate to contact detail below*





Happy wedding to both of you.. Mas Iyo, jaga Mba Ari baik2 yaaa...
PS : I love her much..

My Dad's Wifey


Here goes the pic of my present family..






Wish you both happy, prosperous and blissful married life. Congrats !

Wednesday, April 14, 2010

New Room - The Beginning -

Oke, coba gue itung, berapa lama udah tidur sekamar bareng adel (my youngest sister). Usia kami cuma terpaut setahun, she's 22 and am 23. Jadi kurang lebih sudah 22 tahun, kami selalu melewati tiap malam bersama, selalu tidur di satu ranjang besar, berbagi selimut, guling juga bantal.

Bukan cuma itu, karena kami share kamar, setiap barang yang ada di kamar tersebut, merupakan milik bersama pula. Mulai dari hair dryer, make up, notebook, nakast, sampai underwear, almost everything we share. See, how unseparateable we are. Kamar kami yang sekarang berukuran 3x4 m2. Silahkan dibayangkan, dengan kamar yang segitu harus diisi oleh dua dara yang berukuran tidak minimalis. Belum lagi perabotan di kamar kami tergolong cukup banyak. Mayoritas sih barang-barang gue, seperti perlengkapan scraapbook, properti ulang tahun, pajangan-pajangan, stereofom yang ditempelin foto-foto hasil kreasi di saat kurang kerjaan, koleksi kaset jaman dulu (Dari formatnya *kaset* udah ketauan kan how jadul it is), sampe barang-barang peninggalan kost-an dulu yang semuanya gue boyong serta. Gue punya kebiasaan, selalu nyimpen barang-barang lama yang menurut gue punya kenangan. Kaya di atas meja belajar gue, terkumpul rapi bunga-bunga tulip dari kertas krep hasil buatan teman kampus *dabu* buat acara Festival Jalan Jaksa, pigura berisikan ilustrasi 4 cewe (read as my geng :p) kado ultah waktu kelas 2 SMA, atau sebuah botol wine, Valdieso of Chile, am not a drinker ya, itu waktu perpisahan dengan dosen native Belanda, to remind me of him, I took the bootle :). Ukuran kamar yang kecil, perabotan yang banyak, dan perintilan-perintilan kecil lainnya. Jadilah, Hampir nggak ada space kosong di kamar!

Karena latar itulah, gue memutuskan untuk pindah kamar! Kebetulan di lantai 2, ada 2 kamar kosong yang selama ini ga pernah ditempatin, yang satunya malah udah dijadiin gudang. Awalnya sempet ragu sih, karena gue takuuuut tidur sendiri, apalagi karena itu di lantai 2 yang terpisah dari lantai 1. (ekh ini ngerti gak maksudnya? jadi kaya loteng gitu). Gue sering ngebayangin di lantai 2, ada makhluk yang tinggal di sana, dan bener aja ada musang yang menempati kamar itu, bukan di kamar yang bakalan gue tempatin sih, but the other room yang letaknya tepat di depan persis. Huuu tetep aja, gue parno, kalo tu musang tiba-tiba ada di depan gue, dan siap menerkam saat gue sedang tertidur dengan pulasnya.. (imajinasi yang terlalu berlebihan , hee :))

But then I erased all those fears, in the name of comfort & privacy. Udah kebayang ngisi lagi lembaran-lembaran kosong di scraapbook, nelpon berjam-jam sama pacar tanpa takut si Kodel kebangun dan menguasai meja rias... hehhehe...

Tekad dan niat udah kuat, selanjutnya realisasi. Urusan pertukangan dan permodalan, biar bokap lah yaa yang ngurusin. Gue dibagian konsep aja. Ga mau asal seperti pengalaman di kamar-kamar sebelumnya, gue berencana pakai jasa arsitek. Untungnya, punya teman seorang calon arsitek, Teguh Sulistyo, jadi memanfaatkan dia *kekkeekk*. Dia sekarang lagi repot-repotnya ngurusin skripsi, doain ya teman-teman biar lancar urusan perkuliahannya. Amin.


*Mock Up Kamar Dhiesta by Teguh Sulistyo*

Idenya : Mau manfaatin space yang kecil (ukuran kamarnya ga sampai 3x4) , tapi tetep bisa beraktifitas secara leluasa di dalamnya. So, tempat tidurnya pakai yang single dan di bawah. Meja di tengah itu nantinya buat berkreasi dan a notebook will be put on there. Laci gantung yang diletakkin ga jauh dari kasur dan meja, tujuannya supaya mudah ngambil barang-barang seperti stationary, buku or elses. Jadi nantinya pusat kegiatan ada di bagian situ. While space kosong di depannya buat sirkulasi. Untuk ubinnya, tyo saranin buat make parket (lantai kayu), tapi setelah diskusi dengan papah, ga di-acc karena pertimbangan maintenance-nya lebih repot, kaya rayap, air, dan juga harganya yang dua kali lebih mahal daripada keramik. But then I was quite satisfied, after searched around Kalimalang, nemu keramik dengan motif kayu. Voilaaa, Perfect ! Keinginan sang arsitek secara visual dapet, while petunjuk dari bokap sebagai pengucur dana juga dapet. Keduanya terealisasi :)))

Selanjutnya, proses pengerjaan kamar dilakukan, sampai sekarang masih berlangsung nih.
I'll keep you update when it's done already. Will also upload the pictures :)

Me can't wait.

Thursday, July 30, 2009

Farewell party two bules gila

It was a month ago since Robin and Erik landed their feet to Jakarta, Indonesia. A super duper hectic, busy, multicultural and crowded city. Such an illustration which make u think twice to have a peaceful holiday. But it just a figment for Robin and Erik. They choose Jakarta, Indonesia as their holiday destination, instead of Singapore, Malaysia, or any other cities in South East Asia.

Surprised? Amazed? Astonished?

Don't be, cos you know my friend? Our city, Jakarta, Indonesia has all the good things that other countries can not even dreamt off. They're tryin to be like us, act like us, or even steal our belonging (once again) to be exactly like us... But here I tell you guys, that how hard they try, how difficult it is they won't be like us, not even close. (now I sound like a real patriotic nasionalist one:) )

About how I love my country so much and it's peculiarity.. I'll write the details later..

One thing for sure, that made Robin came back to Jakarta and brought his friend, Erik along (which leads to another love story, hoho) is a kinky, boyish girl named Angie. My super duper lovely college friend.

Robin loves that girl so much. That's it. So he took a flight from a far far away, cold land, Netherland to a warm one, Indonesia. Just to meet his girl.. ooh wat lief he? (sweet isn't it?!)

From that simple reason, Robin and Erik's story in Jakarta begin. They meet some old friend and some new people. Have a great journey with great people. Experience great things and through thick and thin. Also the untold stories which clasified rated xxxx ;P. Ze hebben alles geprobeerd (they've experience everything). But as Nelly Furtado told in her song, 'all good things (must & should) come to and end', so does they.

25th July 2009, they took plane, back to the city where they're belong. But one day before, 24th, they made a farewell party at Hanamasa, Mahakam invited Remko (and his family), Mathijs (and his GF), and 'Gank Jogja'. Not a sad farewell one, but a brutal, happy, crazy, full-of-laugh one.



I'll try not be melodramatic now, so here's my note below from both of them :

"Afscheid nemen bestaat niet", ~Marco Borsato~

Farewell doesnt exist. So does when u guys, Robin and Erik left us back to Holland.. Our body separated, but our heart and soul are slurring... Too many things we've done and shared when u guys around.. Happy, one word which explain everything. Happy just because God is just tooo kind letting us know each of you better and depper..

This isnt goodbye.. coz I do believe there will be tomoro when we agree to have another journey together, there will be tomoro when we teach Robin and Erik some naughty Indonesian words, there will be tomoro when we dont care about people arround us and keep joking like we cant even shut our mouth...

Yep I do believe.. that there will be tomoro...
when U guys are coming here again...
saying "gw asik bro" (with that stupid gebaren ;) not in miles miles far away from here, but right in front of us..











Yep, cos I do believe it..

Do you??!

Thursday, July 16, 2009

Me and my family time


Akhirnya setelah penantian begitu panjang, badan divorsir kerja mulu, stress gila ngadepin jalanan Jakarta yang naujubilah ga ada kompromi-nya sama sekali, otak dah bengah banget belum pernah disentuh kata ‘refreshing’

*Bude Sang EO Keluarga*

… Akhirnya ooh akhirnya… Aku mengecap juga -OASE- ku itu…

Bermula dari paket liburan yang diusung oleh Bank Mandiri, Bude ku yang sedari zaman dulu sudah menjadi EO tetap di keluarga Soetardjo ini melemparkan ke forum keluarga, jangan bayangkan pertemuan keluarga yang khidmat dan penuh dengan tata karma, tapi lewat surat… eheem surat elektronik maksudku. Jangan salah, keluargaku bukanlah keluarga yang masuk kategori G.A.P.T.E.K, bagi kami perkembangan ilmu teknologi sudah menjadi makanan kami sehari-hari, hehehe, laah wong gimana enggak, kalo ga gitu kami ga makan, dapur ga ngebul, otomatis anak-anak ga bs dikasih susu… hahaaa.. lebaaay !!


Intinya, paket liburan itu begitu menggoda, seperti bongkahan peti emas yang ditemukan begitu saja di taman bermain.. *hehee, lagi-lagi lebaay*. Harga yang ditawarkan sangat reasonable, terdiri dari paket-paket yang dihitung berdasarkan jumlah kepala dan hadiah serta voucher-voucher wisata.

Tentu saja, kesempatan ini ga akan mungkin disia-siakan oleh keluarga kami, bisa senang-senang & bergembira bersama tapi tetap memegang teguh asas kita bersama, MURAH MERIAH… Uhuuuuuuy WE HEART THIS :).

Oke, semua anggota keluarga sudah setuju, usut punya usut, jadilah total rombongan 25 orang (such a big amount). Naah ini nih bagian yang paling sulit dari semuanya itu, bisa bikin sampe gontok-gontokan segala (hehe).. nentuin tanggal keberangkatan !!!

iyah, bener banget, nentuin tanggal keberangkatan ini sama susahnya kaya berusaha mengelak dari BIG SALE-nya Metro atau SOGO… heheh.. yang artinya susaaaah banget. Yang satu ga bisa, karna ada urusan interview, yang satu karna udah ada janji sama temen-temen PKK-nya, yang lainnya karna kepentingan A, C, D, dll. Sempet pusing mikirin ini serta kuciwa, karna kebetulan aku free dan udah sangat mendambakan liburan dengan amat sangat sekali (keliatan banget kan how I really need a vacation, lebay dalam penggunaan kata). Akhirnya, karena tidak mungkin meniadakan satu keluarga atau satu orang karna ga bs ikut, *keluarga kami sangat memegang asas kebersamaan*, acara liburan pun sempat ditunda seminggu. Tapi aku pun bahagia, karna semua bs ikut. Akh senangnyaaa…..


*Sepupu, Bude, Tante, Pacar dan Aku Mejeng*


Hari yang ditunggu pun tibalah, Puncak Resort, komplek vila akan menjadi tempat kami selama 2 hari ke depan. If I might say, vila kami sangatlah besar. Terdiri dari dua lantai, garasi yang muat ditempati sampai 3 mobil, pekarangan yang luas ditambah gazebo sebagai tempat kongkow-kongkow santai, serta backyard dengan kolam ikan. Pokonya bagus & gedong banget deh ditambah kita ga perlu tidur dempet-dempetan karna jumlah kamar yang banyak. Aku aja sampai heran dan sempet ga percaya, heee.. karena biasanya vila yang kami sewa tidak besar dan kami harus share tempat tidur sampe 5 orang bahkan .. hehee… tapi justru itu the art of liburan keluarga Soetardjo.. makanya, pas di liburan kali ini, aku ngerasa ada yang aneh aja, ga desel-desel-an sama tanteku atau sepupu2 dan keponakan2ku… hehee…

*Outdoor activities @ Holly Wody Park*


Banyak sekali yang kami lakukan, mulai dari bakar jagung & nasi goreng dengan perlengkapan ala kadarnya, window shoping to FO setempat, main-main di Holly Wody, naik kuda, sampai memetik strawberry. Semuanya FUN !!! Dan aku terpuaskan… hehheee…


*Geng Cowo bikin jagung bakar & nasi goreng bakar dengan perlengkapan ala kadarnya*


*Pose in front of our vila*

Tuesday, July 14, 2009

Soetardjo Family, vacation at Puncak

*Bergaya bersama sepupu, pacar, tante & bude*


Akhirnya setel
ah penantian begitu panjang, badan divorsir kerja mulu, stress gila ngadepin jalanan Jakarta yang naujubilah ga ada kompromi-nya sama sekali, otak dah bengah banget belum pernah disentuh kata ‘refreshing’… Akhirnya ooh akhirnya… Aku mengecap juga -OASE- ku itu…

Bermula dari paket liburan yang diusung oleh Bank Mandiri, Bude ku yang sedari zaman dulu sudah menjadi EO tetap di keluarga Soetardjo ini melemparkan ke forum keluarga, jangan bayangkan pertemuan keluarga yang khidmat dan penuh dengan tata karma, tapi lewat surat… eheem surat elektronik maksudku. Jangan salah, keluargaku bukanlah keluarga yang masuk kategori G.A.P.T.E.K, bagi kami perkembangan ilmu teknologi sudah menjadi makanan kami sehari-hari, hehehe, laah wong gimana enggak, kalo ga gitu kami ga makan, dapur ga ngebul, otomatis anak-anak ga bs dikasih susu… hahaaa.. lebaaay !! Intinya, paket liburan itu begitu menggoda, seperti bongkahan peti emas yang ditemukan begitu saja di taman bermain.. *hehee, lagi-lagi lebaaay*.

Harga yang ditawarkan sangat reasonable, terdiri dari paket-paket berdasarkan jumlah kepala Belum lagi keuntungan-keuntungan lain yang didapatkan, seperti eheeem, siap2 yah ngedengernya; back pack & perlengkapan sekolah (yep, this belongs to the kids), tiket masuk waterboom, seaworld, holly wody (taman bermain) & kebun strawberry, plus ditambah breakfast serta welcome drink berupa jus strawberry. Hohohooo… delicimooo…

Tentu saja, kesempatan ini ga akan mungkin disia-siakan oleh keluarga kami, bisa senang-senang & bergembira bersama tapi tetap memegang teguh asas kita bersama, MURAH MERIAH… Uhuuuuuuy WE HEART THIS :) Oke, semua anggota keluarga sudah setuju, usut punya usut, jadilah total rombongan 25 orang (such a big amount). Naah ini nih bagian yang paling sulit dari semuanya itu, bisa bikin sampe gontok-gontokan segala (hehe).. nentuin tanggal keberangkatan !!! iyah, bener banget, nentuin tanggal keberangkatan ini sama susahnya kaya berusaha mengelak dari BIG SALE-nya Metro atau SOGO… heheh.. yang artinya susaaaah banget.

Yang satu ga bisa, karna ada urusan interview, yang satu karna udah ada janji sama temen-temen PKK-nya, yang lainnya karna kepentingan A, C, D, dll. Sempet pusing mikirin ini serta kuciwa, karna
kebetulan aku free dan udah sangat mendambakan liburan dengan amat sangat sekali (keliatan banget kan how I really need a vacation, lebay dalam penggunaan kata). Akhirnya, karena tidak mungkin meniadakan satu keluarga atau satu orang karna ga bs ikut, *keluarga kami sangat memegang asas kebersamaan*, acara liburan pun sempat ditunda seminggu. Tapi aku pun bahagia, karna semua bs ikut. Akh senangnyaaa…..


* The Whole Family*

Hari yang ditunggu pun tibalah, Puncak Resort, komplek vila akan menjadi bagian tempat kami selama 2 hari ke depan. If I might say, vila kami sangatlah besar. Terdiri dari dua lantai, garasi yang muat ditempati sampai 3 mobil, pekarangan yang luas ditambah gazebo sebagai tempat kongkow-kongkow santai, serta backyard dengan kolam ikan. Pokonya bagus & gedong banget deh ditambah kita ga perlu tidur dempet-dempetan karna jumlah kamar yang banyak. Aku aja sampai heran dan sempet ga percaya, heee.. karena biasanya vila yang kami sewa tidak besar dan kami harus share tempat tidur sampe 5 orang bahkan .. hehee… tapi justru itu the art of liburan keluarga Soetardjo.. makanya, pas di liburan kali ini, aku ngerasa ada yang aneh aja, ga desel-desel-an sama tanteku atau sepupu2 dan keponakan2ku… hehee…

Banyak sekali yang kami lakukan, mulai dari bakar jagung & nasi goreng dengan perlengkapan ala kadarnya, window shopping ke FO setempat, main-main di Holly Wody, naik kuda, sampai metik strawberry. Semuanya FUN !!! Dan aku terpuaskan :D

*Metik strawberry di kebun Strawbery*



*Bersama Neng Laras mendayung kano,
jagain keponakan a
pa Masa Kecil Kurang Bahagia yah ? :p*



* Geng Cowo bikin jagung bakar & nasi goreng Bakar (?!?)
Lezato, suami & calon pendamping hidup yg baik :)*